Sunday 31 July 2011

Pengertian Kesehatan Dan Berpola Hidup Sehat


Kesehatan merupakan dasar untuk peningkatan dan pembinaan kesegaran jasmani, oleh karena itu sebelum seseorang melakukan latihan kesegaran jasmani, ia mutlak harus berada dalam kondisi ”sehat”.

Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program kesehatan, kesegaran jarman, gizi dan aktivitas rekreasi bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktivitas kerja yang tinggi. Dengan melaksanakan pola hidup sehat secara baik dan benar, maka seorang PNS akan memperoleh tubuh yang sehat, tingkat kesegaran jasmani yang memadai serta mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif.


Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:

1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
2. Dapat tidur nyenyak
3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup
4. Dapat berjalan atau berkarya lebih baik
5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja
6. Berfikir sehat dan positif
7. Merasa tentram dan nyaman
8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, dijelaskan bahwa kesehatan adalah “keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan bukanlah semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Dari pengertian tersebut tersimpulkan bahwa hidup sehat secara badaniah, sosial dan rohani merupakan hak setiap orang. Sedangkan yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindari diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT MELALUI “PESAN TANGAN”


Untuk memudahkan seseorang agar selalu ingat untuk menerapkan pola hidup sehat, dapat dilakukan dengan teknik ”pesan tangan”.

S
Seimbang Gizi: Makan makanan yang tinggi serta (50%), rendah garam (kurang dari 4,5 gram), rendah lemak (20%-30%), rendah gula (<10%), hindari sedapat mungkin bahan pengawet makanan, tidak makan ”cemilan”, dan makan beranekagam makanan.

E
Enyahkan Kebiasaan Buruk : enyahkan rokok, alkohol, obat sembarangan, seks bebas, narkotik. Enyahkan kebiasaan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan hindari kulit kena sinar matahari langsung antara jam 10.00-14.00


H
Hidup Seimbang, 5 Harus : rekreasi, hobby, sosialisasi, nafkah batin (kasih sayang), dan ibadah.

A
Awasi Bagian Tubuh Rawan: awasi tekanan darah, gula darah, berat badan, dan kolesterol, serta lakukan pemeriksaan kesehatan berkala termasuk pemeriksaan gangguan alat kandungan pada wanita (PAP Smear), pemeriksaan payudara sendiri (sadari), awasi bagian tubuh rawan pada usia lanjut, dan awasi bagian tubuh rawan yang merupakan faktor keturunan.

T
Teratur Hidup: teratur makan (2-3 kali sehari), tidur cukup (7-8 jam sehari), teratur olahraga untuk menjaga kesegaran jasmani, dan jalani kehidupan seksual yang baik.

Thursday 28 July 2011

IKLAN GRATIS GOOGLE

IKLAN GRATIS GOOGLE


Anda pebisnis yang ingin memperluas target market bisnis anda. Ingin mencari mitra dagang dan kerjasama atau buyer dari dalam maupun dari luar negeri. Jika ya, pastikan anda mendaftarkan bisnis perusahaan anda secara global di situs kami dan biarkan situs kami bekerja untuk promosi dan pemasaran produk/jasa perusahaan anda. Keunggulan beriklan di situs kami adalah kami memakai sistem periklanan pay per sale ( pay per sale advertising ) di mana pengiklan hanya membayar jika produk laku terjual. Keunggulan lainnya adalah produk dan bisnis anda tidak hanya dipromosikan di situs kami dan di search engine utama namun juga dipromosikan melalui berbagai promosi online maupun offline yang di antaranya melalui mesin link back automatic sehingga iklan bisnis anda secara otomotis akan ditampilkan di puluhan hingga ratusan situs terkemuka baik di dalam maupun luar negeri, promosi via email marketing, mailing lists, forum online, direktori bisnis, social networking, organisasi perdagangan dunia, telemarketing ( pemasaran via telepon ), media cetak dan lain sebagainya dimana semua promosi itu ditujukan untuk menjaring buyer sebanyak - banyaknya untuk produk atau jasa perusahaan anda. Dan terbukti periklanan dengan sistem pay per sale berhasil mempromosikan produk klien kami secara optimal sehingga mampu memasarkan produk dengan angka penjualan yang memuaskan. Anda bisa simak pengakuan para pengiklan kami yang telah berhasil melalui sistem periklanan pay per sale dengan klik menu testimoni pay per sale program. Untuk itu kami mengajak anda untuk turut berpatisipasi dalam program pemasaran kami dan jadikan bisnis dan produk anda terkenal dalam waktu singkat serta mampu melakukan penjualan produk dengan sangat memuaskan. Silahkan kunjungi situs kami di http://indonesianenterprise.com dan andapun langsung bisa mendaftarkan bisnis anda dengan prosedur yang mudah. Sebelum beriklan baca dan pelajari cara dan peraturannya dengan klik menu 'iklan pay per sale'.     INDONESIAN ENTERPRISE PUBLISHING http://indonesianenterprise.com email: info@indonesianenterprise.com
Kategori
  • IKLAN GRATIS GOOGLE, 
  • Pasang Iklan Gratis Di Internet

Layanan google yang populer ?

Beberapa layanan-layanan Google yang cukup populer dalam dunia blogger :
Google Analytics
Sebuah layanan gratis dari Google yang memberi pemilik situs sejumlah informasi dan data statistik mengenai jumlah traffic dan pengunjung situsnya. Google Analytics juga dikenal sebagai salah satu layanan web paling terpercaya (layanan lain seperti Webalizer atau AWStats cenderung melebihkan angka dengan memasukkan traffic bukan-manusia ke dalam data yang dihasilkan)
Google Reader
RSS Reader paling populer di dunia internet. Google Reader merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan para penggunanya untuk berlangganan dan mengelola RSS Feed situs atau blog tertentu. Karena populernya, banyak situs yang menampilkan badge khusus Google Reader agar pembacanya bisa berlangganan RSS Feed melalui Google Reader
FeedBurner
Sebuah perusahaan online milik Google yang menyediakan layanan RSS Feed. FeedBurner merupakan layanan gratis yang menyediakan RSS Feed dengan berbagai fitur menarik, dan memudahkan pemilik situs atau blog mengumpulkan data statistik RSS Feed situs atau blognya

Sunday 24 July 2011

Pemeliharaan Dan Peningkatan Kesegaran Jasmani


Tingkat kesegaran jasmani seseorang perlu terus dipelihara agar selalu berada dalam kondisi yang prima. Untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani perlu dibiasakan hidup sehat dan selalu menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan latihan kesegaran jasmani yang teratur. Manfaat dari latihan fisik, bukan saja meningkatkan derajat kesehatan dan daya tahan tubuh, tapi juga berdampak kepada peningkatan rasa percaya diri, perbaikan kualitas tidur dan menurunkan tingkat stress. Disamping itu, jangan lupa meluangkan waktu untuk rekreasi. Berikut ini diuraikan prosedur, prinsip dan macam latihan kesegaran jasmani.

a. Prosedur Latihan Kesegaran Jasmani

Dalam melakukan latihan kesegaran jasmani perlu diikuti prosedur latihan berikut ini agar latihan dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan cidera.


1. Sebelum latihan fisik, pastikan badan dalam keadaan sehat. Terutama jika baru sembuh dari sakit atau cedera, sebaiknya dilakukan dulu pemeriksaan kesehatan.
2. Gunakan pakaian olahraga yang memungkinkan tubuh bergerak bebas, menyerap keringat dan sopan, bersepatu olahraga dan gunakan topi jika berolahraga di luar gedung.
3. Mulailah latihan dengan pemanasan, yang merupakan gerakan umum yang ringan ditambah dengan senam peregangan selama sekitar 10 menit. Jika denyut nadi sudah mencapai 110-120 permenit, dapat dikatakan bahwa tubuh sudah cukup panas untuk melakukan latihan inti.
4. Fokus awal dari latihan fisik adalah latihan dengan intensitas rendah yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru, yaitu latihan aerobik seperti jogging, jalan cepat, senam, aerobik, bersepeda statis.
5. Dalam latihan inti yang bersifat aerobik, target latihan dapat dipantau dengan menetapkan zona latihan (training zone) seseorang berdasarkan denyut nadinya. Denyut nadi latihan harus mencapai denyut nadi optimal jika latihan ingin dirasakan manfaatnya.
6. Timbulnya rasa pegal setelah latihan adalah hal yang biasa, namun jika ada rasa nyeri setelah melakukan latihan fisik, itu merupakan pertanda ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh. Oleh karena itu biasa dilakukan pendinginan (cooling down) setelah latihan inti, terutama dengan melakukan peregangan otot sampai denyut nadi kembali normal. Jika tidak hilang, segera periksa ke dokter.
7. Lakukan gerakan-gerakan fisik yang tidak beresiko menyebabkan cedera.

b. Prinsip Latihan Kesegaran jasmani

Program latihan fisik yang baik harus dapat menghasilkan peningkatan kualitas fisik dari orang yang melakukan latihan tersebut. Untuk bisa mencapainya, program latihan harus mengikuti prinsip-prinsip latihan sebagai berikut:
1. Prinsip dasar ”overload”, yaitu suatu prinsip latihan dimana pemebebanan latihan harus ditambah pada waktu tertentu, artinya beban latihan tidak monoton, ada saatnya semakin berat namun di selingi dengan latihan ringan.
2. Latihan untuk mencapai kondisi fisik yang baik setidaknya harus dilakukan tiga sampai lima kali dalam seminggu, dengan hari yang diselang seling, misalnya selasa, jumat, minggu. Kalau latihan satu atau dua kali dalam seminggu, latihan tersebut tidak cukup untuk meningkatkan kualitas fisik. Sebaliknya, jika terlalu banyak bahkan sampai setiap hari tanpa istirahatpun akan berbahaya bagi kerusakan fungsi tubuh.
3. Latihan harus progresif, artinya secara berangsur-angsur disesuaikan dengan perkembangan prestasi orang yang melakukan latihan, misalnya dalam minggu pertama latihan jogging selama 20 menit, maka minggu berikutnya bisa ditingkatkan menjadi 25-30 menit dan seterusnya.
4. Latihan juga mengandung unsur individualitas, karena sebenarnya tidak ada program latihan yang langsung cocok untuk semua orang. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam prinsip individualitas ini antara lain: jenis kelamin, usia, tingkat kesegaran jasmani, selera, komposisi, dan tipe tubuh serta karakter kepribadiannya.

Manajemen Partisipatif Dan Syarat-Syarat Partisipasi


Manajemen partisipatif umumnya cenderung untuk:

1. Meningkatkan derajat perasaan anggota atau kesatuan yang memiliki partisipan dalam organisasi
2. Mendorong partisipan berfikir dalam kerangka organisasi secara menyeluruh tidak terbatas pada lingkup bagiannya yang sempit
3. Menurunkan tingkat konflik, permusuhan dan persaingan diantara pastisipan
4. Meningkatkan pengertian antar individu, terutama sifat-sifat toleransi dan kesadaran
5. Meningkatkan pengungkapan kebebasan individu mengenai kepribadiannya yang menyebabkan bawahannya merasa terikat oleh organisasi, karena kepribadiannya membutuhkan pengalaman kerja yang menyenangkan
6. Mengembangkan iklim kerja yang kreatif dan yang menguntungkan organisasi


Syarat-syarat partisipasi antara lain:

1. Diperlukan banyak waktu sebelum pelaksanaan, partisipasi tidak bakal terjadi dalam keadaaan mendadak
2. Biaya partisipasi tidak boleh melebihi nilai-nilai ekonomi dan lainnya
3. Subyek partisipasi harus relevan dengan organisasi partisipasi sesuatu yang akan menarik perhatian partisipan
4. Partisipasi harus mempunyai kemampuan, kecerdasan dan pengetahuan untuk partisipasi aktif
5. Partisipasi harus mampu berkomunikasi untuk dapat saling tukar infomasi atau gagasan
6. Tidak seorangpun dalam organisasi yang terancam oleh bentuk peran serta tersebut
7. Partisipasi untuk memutuskan arah tindakan pada sebuah organisasi hanya dapat menempati lingkungan kebebasan kerja kelompok

KESEGARAN JASMANI


1. Pengertian Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang berlebihan, serta masih memiliki cadangan tenaga untuk mengisi waktu luang dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendadak.
Pembinaan kesegaran jasmani jelas bermanfaat bagi calon PNS guna menunjang kegiatan proses belajar mengajar selama mengikuti pelatihan, serta kelak dapat meningkatkan produktivitas kerja yang prima saat telah menjadi PNS. Dengan demikian setelah mengikuti pembelajaran ini, calon PNS diharapkan dapat menjelaskan komponen kesegaran jasmani serta memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmaninya.


2. Komponen Kesegaran Jasmani

Komponen kesegaran jasmani dibagi menjadi 2 bagian yaitu yang berkaitan dengan kesehatan (health-related fitness) dan komponen yang berkaitan dengan keterampilan (skills related fitness). Komponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan, terdiri dari daya tahan jantung dan paru-paru, komposisi tubuh, fleksibilitas, kekuatan dan daya tahan otot.
Sedangkan komponen kesegaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan, meliputi: daya ledak, kecepatan, kelincahan, koordinasi, kecepatan, reaksi dan keseimbangan.
Untuk dapat menjalankan tugas rutin sebagai PNS dan sebagai anggota masyarakat yang bersosialisasi, minimal komponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatanlah yang lebih perlu mendapat perhatian. Sedangkan komponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan lebih dibutuhkan oleh orang yang memelihara prestasi fisik, seperti atlet dan penari.

a. Daya Tahan Jantun
Daya tahan jantung dan paru-paru dikenal juga dengan istilah daya tahan kardiorespirasi atau kapasitas aerobic, yang diartikan sebagai kemampuan jantung, paru-paru dan peredaran darah untuk mampu melakukan tugas-tugas fisik yang berat dalam jangka waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebih setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika daya tahan jantung dan paru seseorang lemah, maka orang tersebut akan mudah lelah dan sulit pulih setelah melakukan kerja berat.

b. Komposisi Tubuh
Komposisi tubuh merupakan perbandingan proporsi tubuh yang dipengaruhi oleh berat badan, tinggi badan dan ukuran anggota tubuh lainnya termasuk tebal lemak, jumlah cairan tubuh dan sel-sel tubuh lainnya. Cara untuk mengetahui apakah berat badan seseorang itu proporsional akan dijelaskan dalam bab selanjutnya.

c. Fleksibelitas
Fleksibelitas atau kelenturan selalu dikaitkan dengan ruang gerak sendi dan elastisitas otot-otot, tendon dan ligament. Dengan demikian orang yang lentur adalah yang memiliki ruang gerak luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot yang elastis.

d. Kekuatan Otot
Kekuatan otot sangat penting guna meningkatkan kondisi kesegaran jasmani Karena kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik, yang memegang peranan pula dalam melindungi seseorang dari kemungkinan cedera. Dalam melakukan aktivitas sehari-hari kekuatan otot amat diperlukan, misalnya untuk mengangkat sesuatu. Jika salah satu otot cidera dan tidak dapat digerakkan, maka akan terasa betapa pentingnya memelihara kekuatan otot.

e. Daya Tahan Otot
Daya tahan otot mengacu pada suatu kelompok otot yang mampu untuk melakukan kontraksi yang berturut-turut, atau mampu mempertahankan suatu kontraksi statis untuk jangka waktu lama. Contohnya, atlet yang melakukan push-up atau seorang ibu yang mengulek sambal.

Kebiasaan Baik Dalam Pola Hidup Sehat


Kebiasaan-kebiasaaan baik dalam pola hidup sehat yang perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:

1. Pemeliharaan kebersihan dan kesehatan pribadi, terutama kesehatan kulit, rambut, kuku, mata, telinga, mulut, gigi, tangan, dan kaki, serta memakai pakaian yang bersih. Selain itu tubuh juga perlu gerak dan istirahat yang cukup.

2. Makan makanan sehat, yang memenuhi gizi seimbang. Hidangan gizi seimbang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur yang dikonsumsi seseorang dalam satu hari secara seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh.

3. Makanan yang dimakan juga harus disesuaikan dengan usia dan jenis aktivitas tubuh yang dilakukan, serta keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran energi, sehingga tercapai berat tubuh yang proporsional.


4. Pemeliharaan kesehatan lingkungan, yang berarti menjaga kebersihannya. Untuk itu 3 faktor utama yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan lingkungan adalah : tersedianya air bersih, ter-akomodasinya pembuangan sampah dan limbah, serta terjaganya kebersihan dan kesehatan kamar mandi, jamban/WC dan peturasan.

5. Pemeriksaan kesehatan yang berkala untuk mengetahui secara dini adanya gangguan kesehatan atau penyakit, sehingga pengobatannya akan lebih mudah daripada jika penyakitnya sudah bertambah parah. Bagi PNS yang usianya dibawah 40 tahun, pemeriksaan kesehatan cukup dilakukan satu kali dalam dua tahun, sedangkan bagi yang sudah diatas 40 tahun atau lebih, sebaiknya setiap tahun dilakukan pemeriksaaan kesehatan.

6. Menghindari kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan seperti merokok dan minum alkohol serta penyalahgunaan obat, narkotik dan zat adiktif lainnya. Juga perlu dihindari terjadinya kontak langsung dengan orang yang menderita penyakit menular.

7. Hindari memakai perlengkapan pribadi orang lain (apalagi milik orang penderita penyakit menular) serpeti sikat gigi, sabun mandi, handuk, pakaian, sendok, gelas dan sisir.

8. Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah, atau berperilaku seksual menyimpang (seperti homoseksual dan seks bebas) karena dapat terkena penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS.

9. Mengendalikan stress dengan cara menyelesaikan pekerjaan satu persatu pada satu saat, tidak mengkritik orang lain, selalu bersikap ramah dan selalu mendekatkan diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta cukup tidup teratur setiap harinya sehingga badan akan mendapatkan kesegaran pada hari berikutnya.

Sunday 17 July 2011

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah


Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasilguna bersih dan bertanggungjawab telah diterbitkan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang pelaksanaannya lebih lanjut didasarkan atas pedoman penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodic.


1. Pengertian Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan suatu organisasi kepada pihak yan memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Berdasarkan pada pengertian tersebut diatas, maka semua instansi pemerintah, Badan dan Lembaga Negara di pusat dan daerah sesuai dengan tugas pokok masing-masing harus memahami lingkup akuntabilitasnya masing-masing, karena akuntabilitas yang diminta meliputi keberhasilan dan juga kegagalan pelaksanaan misi instansi yang bersangkutan.

2. Prinsip-prinsip Akuntabilitas

Dalam pelaksanaan akuntabilitas di lingkungan instansi pemerintah, perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Harus ada komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi untuk melakukan pengelolaan pelaksanaan misi agar akuntabel
b. Harus merupakan suatu system yang dapat menjamin penggunaan sumber-sumber daya secara konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
c. Harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
d. Harus berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh
e. Harus jujur, objektif, transparan, dan inovatif sebagai katalisator perubahan manajemen instansi pemerintah dalam bentuk pemutakhiran metodedan teknik pengukuran kerja dan penyusunan laporan akuntabilitas.

Monday 11 July 2011

Disiplin Dalam Bekerja


Salah satu aspek kekuatan SDM itu dapat tercermin pada sikap dan perilaku disiplin, karena disiplin dapat mempunyai dampak kuat terhadap suatu organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam mengejar tujuan yang direncanakan.

Menurut Sun Tzu dalam bukunya Art Of War, bahwa segala macam kebijaksanaan itu tidak mempunyai arti kalau tidak didukung oleh disiplin oleh para pelaksannaanya. Disiplin dimulai dari diri pribadi, antara lain harus jujur pada dirinya sendiri, tidak boleh menunda-nunda tugas dan kewajibannya dan memberikan yang terbaik bagi organisasinya. Karena organisasi itu adalah masalah orang, maka harus dipelajari secara sungguh-sungguh agar dalam penempatan orang itu sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki, sehingga dimungkinkan disiplin organisasi dapat ditegakkan dalam upaya mencapai tujuan.


Menurut Keith Daviz & Jhon W, Newstrom dalam bukunya Human Behavior At Work, menyatakan bahwa disiplin mempunyai 3 macam sifat yaitu:

1. Disiplin Preventif

Adalah tindakan SDM agar terdorong untuk menaati standard dan peraturan. Tujuan pokoknya adalah mendorong SDM agar memiliki disiplin pribadi yang tinggi, agar peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan pengawasa/pemaksaan, yang dapat mematikan prakarsa dan kreativitas serta partisipasi SDM. Oleh Karena itu, pimpinan harus mampu menciptakan iklim kerja agar disiplin kerja dapat ditumbuhkan, antara lain dengan memberikan informasi kepada segenap karyawan mengenai standar dan peraturan yang harus ditegakkan. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan semua karyawan akan berusaha melaksanakan dengan benar dan mampu menghindari atau mencegah penyimpangan-penyimpangan.

2. Disiplin Korektif

Adalah tindakan dilakukan setelah terjadi pelanggaran standar atau peraturan, tindakan tersebut dimaksud untuk mencegah timbulnya pelanggaran lebih lanjut. Tindakan itu biasanya berupa hukuman tertentu disebut tindakan displiner, antara lain berupa peringatan, skors, pemecatan. Tindakan displiner tersebut bersifat mendidik agar memperbaiki perilaku, mencegah orang lain melakukan yang serupa, mempertahankan standar yang konsisten dan efektif.

3. Disiplin Progesif

Adalah tindakan disipliner berulang kali berupa hukuman yang makin berat, dengan maksud agar pihak pelanggar bisa memperbaiki diri sebelum hukuman berat dijatuhkan.

Disiplin merupakan salah satu unsure pokok dalam upaya mencapai kualitas atau keberhasilan manajemen disamping unsure pemahaman (understanding) dan komitmen (kesungguhan). Ketiadaan salah satu unsure tersebut mempunyai dampak kualitas manajemen/administrasi yang kurang baik, oleh karena itu, disiplin harus mampu ditanamkan pada seluruh SDM dalam manajemen, melalui cara-cara sebagai berikut:
a. Mengenal diri sendiri
b. Mendisiplinkan diri
c. Memimpin dengan keteladanan
d. Menanamkan semangat kemandirian
e. Hindari sikap dan perilaku negative
f. Anggap disiplin sebagai cermin ibadah.